Upacara Adat di Indonesia ada berbagai macam jenis, mulai dari upacara syukur atas hasil panen berlimpah, upacara pengharapan akan datangnya hasil panen yang melimpah hingga upacara kematian. Banyaknya upacara yang ada di indonesia tidak lepas dari begitu banyaknya suku dan budaya yang Indonesia miliki.

Anda sedang menonton: Upacara adat di indonesia beserta gambar dan penjelasan


Upacara adat adalah salah satu investasi budaya yang harus dilestarikan dan dipertahankan. Pengertian upacara adat sendiri adalah suatu kegiatan ritual yang dilakukan oleh sekelompok orang atau suku di suatu daerah dengan memiliki kekhasaanya sendiri dan diturunkan secara turun temurun. Simak ulasan 21 contoh upacara adat di indonesia berikut ini.
1) Batombe - Sumatera Barat
*
sutanmudo.web.id

Batombe adalah tradisi berbalas pantun antar pemudi dan pemuda sumatera barat yang dilakukan dalam sebuah rangkaian upacara adat, dimana tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas peristiwa baik atau panen berlimpah.
2) Aruh Baharain – Kalimantan
*
Sumber.com
Aruh Baharain merupakan tradisi suku dayak, dilakukan setelah masa panen padi selesai. Tujuan upacara ini adalah meminta izin kepada para leluhur yang telah tiada agar di ijinkan untuk menanam kembali. Masyarakat suku dayak percaya jika mereka menanam tanpa melakukan aruh baharain, maka bahaya akan datang ke kampung mereka.
3) Aruh Buntang – Kalimantan
*
Aruh Buntang – Kalimantan

Aruh Buntang merupakan tradisi mengantarkan arwah bagi orang yang meninggal, tradisi ini dilakukan oleh masyarakat dayak di dusun Deah. Lamanya ritual Aruh Buntang berkisar antara tiga hingga empat belas hari, dimana mereka akan bernyanyi, menari dan menyajikan musik tradisional khas suku dayak sebagai bentuk penghormatan bagi sang Arwah.
4) Ma’nene - Sulawesi Selatan
*
Ma’nene - Sulawesi Selatan

Ma"nene merupakan tradisi mengganti kain jenazah para leluhur dari masyarakat Toraja. Yang unik dari tradisi Ma"nene ini adalah, jenazah orang yang sudah meninggal tidak akan dikebumikan atau dimakamkan sebelum keluarga dari si orang meninggal berhasil mengadakan upacara besar besaran.
5) Rambu Solo - Sulawesi Selatan
*
Rambu Solo - Sulawesi Selatan

Rambu solo merupakan tradisi penghormatan terakhir bagi jenazah masyarakat Toraja. Jenazah akan diletakkan di bagian tebing gua. Sebuah boneka yang dibuat serupa dengan sosok yang telah meninggal juga diletakkan di tempat dimana jenazah dimakamkan yakni di tebing goa.
*
id.wikipedia.org

Ngaben merupakan tradisi penghormatan terakhir masyarakat Bali bagi anggota keluarga yang meninggal. Jenazah di tempatkan di dalam wadah kayu diarak kemudian di bakar bersama dengan wadah kayu tersebut.
Pasola adalah tradisi masyarakat NTT yang dilakukan sebagai simbol pengharapan akan panen yang berlimpah. Dalam pelaksanaan pasola, dua kelompok akan dibentuk dengan masing masing kelompok terdiri dari puluhan orang berkuda , berpakaian adat perang dan bersenjata tombak tumpul. Kedua kelompok ini akan berkejar kejaran satu denganyang lain seperti layaknya sedang berperang.
Macceratasi adalah tradisi masyarakat suku Banjar, Suku Bugis dan Suku Mandar. Tradisi ini merupakan bentuk syukur dan pengharapan atas panen yang melimpah. Dalam tradisi Macceratasi, masyarakat suku banjar, suku mandar atau suku bugis akan menumpahkan darah dari binatang ternak.
Nyadran merupakan tradisi nelayan di sepanjang pantai utura jawa. Selama Nyadran nelayan akan melarum sejumlah hasil pangan ke tengah laut sebagai bentuk syukur dan harapan akan mendapatkan hasil laut yang melimpah.
Mappanretasi adalah tradisi melarung sesaji ke laut yang dilakukan oleh suku Bugis. Mappanretasi merupakan bentuk syukur atas hasil laut berlimpah dan pengharapan agar hasil laut berlimpah di musim melaut selanjutnya. Dalam proses Mappanretasi beberapa hasil pangan akan di larung ke tengah laut.
Mapasilaga Tedong adalah tradisi adu kerbau masyarakat wilayah Toraja Sulawesi Selatan. Sebelum kerbau diadu, kerbau tersebut akan dikumpulkan dan diarak keliling bersama sama. Setelah diarak, kerbau kerbau akan diadu satu sama lain.
Etu adalah upacara adat tanda kedewasaan bagi remaja laki laki Flores. Dalam ritual ini dua remaja akan saling pukul dengan tangan berlapis sarung tangan yang terbuat dari anyaman ijuk.
Katiana merupakan upacara adat yang dilakukan untuk menunjukkan rasa syukur atas kehamilan perempuan suku Pamona. Katiana dilakukan oleh perempuan suku Pamona, Poso yang baru pertama kali hamil dan ketika usia kehamilan mencapai tujuh bulan.
Katoba merupakan prosesi pemberian petuah sebagai bentuk bekal kedewasaan yang dilakukan Suku Muna yang berdiam di Sulawesi tenggara satu hari setelah seorang anak di khitan. Tujuan diadakannya katoba adalah agar sang anak yang sudah dikhitan mampu menuju kedewasaan dengan benar. Orang yang memberikan petuah biasanya adalah orang yang dituakan di lingkungan Suku Muna.
Upacara adat Miya merupakan cara suku dayak Ma"anyan mengantarkan roh seseorang yang telah meninggal menuju ke alam selanjutnya. Upacara ini juga dilakukan sebagai tanda penghormatan terakhir bagi mendiang yang sudah tiada.
Ritual unan unan di lakukan oleh suku tengger yang tinggal di wilayah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. Upacara adat ini dilakukan dengan tujuan untuk mengusir hal buruk dan menjauhkan dari malapetaka. Upacara ini tidak dilakukan setiap tahun melainkan dilakukan 5 tahun sekali. Upacara adat ini dimulai dengan mengarak kepala kerbau dari Balai desa Ngadisari, Probolinggo menuju tempat pendiri desa, atau punden. Prosesi mengarak kepala kerbau ini diikuti oleh tokoh masyarakat setempat dengan iringan gamelan dan reog. Upacara adat ini juga merupakan tanda pergantian kalender bagi suku tengger. Upacara adat ini dilakukan serentak di lima desa, yakni desa Jetak, Sukapura, Ngadisari, Wonokriti, Wonokerso.
Mallasuang manu adalah upacara adat dimana sepasang remaja pria dan wanita dari suku Mandar akan melepaskan ayam jantan dan betina ke alam liar. Pelepasan ayam jantan dan betina ke alam liar merupakan bentuk harapan muda mudi suku Mandar agar cepat mendapatkan jodohnya. Upacara adat ini dilaksanakann oleh suku Mandar yang bermukim di Kotabaru.
Potong jari merupakan cara masyarakat yang tinggal di pengunungan papua untuk mengingat dan menunjukkan rasa berduka cita atas meninggalnya anggota keluarga. Dalam prosesi ini, orang tua yang masih hidup dari anggota keluarga yang telah meninggal akan memotong salah satu jarinya. Jika dalam sebuah keluarga hanya tersisa seorang ibu dengan tiga anak yang meninggal, maka ibu tersebut akan memotong tiga jarinya sebagai bentuk tanda duka cita.
19) Tanam Sasi - Papua Barat
*
Sumber.com
Tanam sasi merupakan salah satu rangkaian ritual kematian yang sudah menjadi tradisi dan adat suku Marin yang tinggal di wilayah Merauke. Sasi sendiri adalah nama dari salah satu jenis pohon yang ada di Merauke. Prosesi tanam sasi dilakukan setelah 40 hari kematian, dan pohon sasi yang ditanam akan di cabut kembali setelah mencapai usia 1000 hari setelah kematian.
Suku using yang tinggal di Kota Banyuwangi memiliki upacara adat yang unik, yakni kebo keboan. Konon upacara ini dilakukan akibat musibah pagebluk yang pernah dialami oleh suku using, kala itu, hampir seluruh warga terserang penyakit dan tanaman pun terserang hama. banyak warga meninggal akibat penyakit dan kelaparan. Salah seorang sesepuh yang dihormati, Mbah Karti mendapat wangsit untuk menggelar ritual kebo keboan yang bertujuan untuk mengagungkan Dewi Sri. Setelah ritual tersebut dilaksanakan berangsur angsur penyakit menghilang dan hama sirna. Semenjak itu masyarakat using menggear upacara kebo keboan setiap tahunnya.
Tanggal pelaksanaan acara kebo keboan didasarkan atas perhitungan kalender jawa kuno. Suku Using akan membuat sebuah gerbang dengan aneka hasil bumi yang nantinya akan dilalui oleh kebo keboan ( kebo jadi jadian). kebio kebo jadian tersebut adalah sejumlah pria suku using yang tubuhnya dilumuri oleh arang sehingga terlihat hitam legam, lengkap dengan hiasan tandur kerbau. Mereka akan berkeliling kampung dengan ditemani pawang kerbau, prosesi berkeliling ini dnamakan ider bumi. Kebo keboan akan bertingkah seperti kerbau, berguling dikubangan air dan akan menyeruduk siapaun yang menghalangi jalan merka. keboan keboan diakhiri dengan membajak sawah, sepasang kebo keboan akan menarik bajak layaknya kerbau yang sedang bertugas membajak sawah.
Upacara adat ini dilakukan oleh suku Using desa Olehsari Banyuwangi, jawa Timur. Seblang merupakan akronim dari Sebele Ilang ( Sialnya Hilang) atau buang sial. Ritual seblang perlu dilakukan sebagai bentuk mensucikan desa dari marahabaya dan sebagai bentuk tolak bala dari ha hal buruk. Prosesi seblang desa olehsari dilaksanakan seminggu setelah hari raya Idul Fitri.

Lihat lainnya: Tag: Uang Logam Kuno Yang Paling Dicari, Uang Kuno Kedaluwarsa : Seri Koin Gobog


Penari seblang dipilih khusus oleh tokoh adat dan biasanya merupakan keturuan penari sebelumnya Pada prosesi Seblang desa Olehsari, seorang penari muda akan menari selama tujuh hari dengan iringan gending usingan.
ArchiveNovember 2021 (2)August 2020 (32)April 2020 (7)January 2020 (1)November 2018 (12)October 2018 (8)August 2018 (3)May 2018 (1)February 2018 (1)