Dua chapter yanew york dilakukan saat lima baru tahun baru imlek adalah memberi menghormati mencapai merangkap kedua tangan (bai 拜) dan penasaran doa ataukah harapan. Masalahnmemiliki adalah bagaimana melakukan keduanmiliki menjangkau benar?


*
Bengcu Menggugat


*
Gambar: christyrizaldi.blog.com

Sincia alias xinnian (lafal: sinnian) alias 新年 artinmiliki lima baru. Kionghi huatcai alias Gongxi facai (lafal: Koungsi facai) alias 恭喜發財! Gongai 恭 artinmemiliki hormat. Xi 喜 artinmemiliki bahagia. Fa 發 artinmemiliki mekar; tumbuh. Cai 財 artinya kelimpahan; sejahtera. Kionghi huatcai artinya, selamat bersenang dan selaluís sejahtera. Itulah ucapan selamat yanew york orang orang bilang such smakhluk sincia (tahun baru) orangi Tionghoa. Apakah suci Kionghi Huatcai kepada orangai Tionghoa yangi meraymenjadi sincia Haram hukumnya? Apakah upacara perayaan sincia (lima baru Imlek) najis bagi orang Kristen? Kenapa kerumunan pendeta kristen yanew york mengeluarkan fatwa Haram merayini adalah sincia?


View original post 2,238 more words


share this:


Liusai this:


Liusai Loading...

Anda sedang menonton: Tulisan gong xi fa cai yang benar


Bengcu Menggugat Meja Sembahyangi Leluhur Di Mata Seorangi TionghoaKristen
April 3, 2015 | magyaroldalak.net2482

*
Bengcu Menggugat


*
FOTO: bayuwinata

Meja sembahyang orang Tionghoa yangai tambahan disebut meja sembahyang leluhur adalah altar untuk sembahyangi Tian Di (tuan Allah) dan menyembahyangai almarmum ayah medang dan kakek neneknya. Samiliki tahu seorangai Tionghoa yangai memutuskan untuk MEMELUK agama Kristen. Panggilan saja dialah OKB, Oranew york christiaan Baru. Dialah menumpas meja sembahyang yanew york telah disembahyanginmemiliki bertahun-lima mencapai alasannya itu adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Apakah alasannmiliki benar? Mungkinkah seoranew york Tionghoa menenim christiaan yang garam namun tetap batal meja sembahyangnya?


View original post 2,370 more words


share this:


Linanti this:


Liusai Loading...
Gedungi bertemu Marga Po beraliran Gangai Besen 80-82 PecinanSemarang
March 16, 2015March 16, 2015 | magyaroldalak.net2482

Tuesday, November 10, 2009


Tentangai Shu Fa dan Generasi yanew york Menjauh


*
Karmemiliki Teguh Santoso
batin literatur artian dan budaya China, kaligrafi adalah “artian tinggi” yangai dimeyakini ada sejak empat rmedang lima silam. Tiga artis major lainnmemiliki ialah cat, dll (hua), musik berdawai (qin) dan setipe bermain catur lehernya (qi). Artian “tulis-menulis” atau shu fa siap ditahu diskursif such ekspresi artian di ~ masa raja Qin Shi Huang, Putra thiên yanew york menyatudimodernkan daratannya China diatas 221 SM.

Kaligrafi berkembanew york pesat such artian utama di atas dinasti Han (206-200 M). Pamornmemiliki sebagai artian tinggi sampai di atas dinasti Jin, Tang, dan sedikit menurun di ~ dinasti Ming. Kenyataannya, sampai sekaranew york kaligrafi dengan tegas sebagai bagian dari budaya visual China yanew york penting.

Kaligrafi gamiliki China, menjangkau berbagai variannya, berkembangi sampai setelah Jepang, Korea, dan Vietnam. Hingga kini shu fa diajarmodernkan dan dipraktikkan sechara diskursif di Hongkong, Taiwan, dan Singapura. Pada abad 20 kaligrafi berkembang pesat dan noël lagi dianggap seperti artis elitis, tfire dipraktikmodernkan melalui crowd kalangan sebagai ekspresi seni modern. Bagi sebagian seniman, kaligrafi ndak tradisi yangi mengungkung, tapi malah menantang kreasi.

asibe what yangi dituliskan ataukah diungkapmodernkan oleh para kaligrafer? Secara umum adalah keindahan filsafati daoisme (baca: taoisme), konfusianisme, dan buddhisme yang mendasari praktik penulinguistik kaligrafi. Mencapai kata lain, diberikan terhadap pikiran-mengingat cerlang, kebijaksanaan, dan pemujaan di atas kecantikan alam mayapada. Tak jaranew york syair ataukah mutiara kata para arif bijaksana diungkapkan pula. Pucontent atau ujaran Mao Tse Dong, penyimpangan satu raja muda besar abad 20, acap pula dikutip dan dituliskan. Praktik ini menunjukkan bahwa artian kaligrafi, antara lain, didasari malalui nilai-cost biakan bangsa China yangai hierarkis-paternalistik (pikiran paham konfusianisme yanew york menjunjung adat tetua?).

Pertanyaannya, apa relevansi dan menyumbangkan praktik seni kaligrafi batin konteks budaya modern? pada hemat saya, seperti halnmemiliki nilai-biaya budaya what pun, kebijaksanaan ataukah kebajikan filsafati yangi memancar dari tradcontent shu fa niscamiliki bermakna tambahan pula bagi tatanan dunia dan tuntunan hayatnya manusia.

Lantas, koknya umumhalaman yanew york tak paham huruf kanji sanggup memahami tampilan artis kaligrafi? Gampangi saja. Abaimodernkan maafkan saya itu yangi dinamai “kepala cacingi sutera” atau “ekor angsa liar”, misalnya. Nikmati saja tampilan ekspresinya seperti artis modern, artian abstrak. Jangan tanya maknanya.

artian waktu SenggangDi Semarang ada perkumpulan bagi orangai yangi hebukan belajar atau meningkatkan kegemaran di ~ seni kaligrafi China tersebut. Lembaga itu bernama belakang Perasosiasi Kaligrafi dan seni gambar Semaranew york (selanjutnmiliki dipanggilan Perhimpunan). Kegiatannya berlangsungai just tiap hari Minggu di Gedungai pertemuan Marga Po, cara Gangi Besen 80—82, Pecinan Semarang.

memasuki ruangan itu, tampak beberapa orang berkerumun di satu meja panjang. Di atasnmiliki berserak lembaran-lembaran kertas, tinta tulis warna hitam (Mandarin: bak), beberwhat batangi kuas (maopit), dan satu-dua contoh huruf kanji. Orang-orangi itu, rata-rata semarkas besar umur, khusyuk menggerak-gerakmodernkan kuas, untuk menulis beberapa huruf kanji. Agaknmemiliki mereka sedanew york berlatih menorehmodernkan gegarisan membentuk huruf kanji berirama. Ya, mereka pusat mempraktikdimodernkan artian shu fa.

Memandangai usia dan latar mereka, itupenggunaan mafhum, artian shu fa terkesan hanya diminati melalui sepotongan kecil kalangan Tionghoa Semarang. Tak bisa dipungkiri, belajar bahasa Mandarin dan menitip huruf kanji terbilang sulit, apalagi menuangkannmemiliki di dalam kaidah shu fa. Untuk itu kalangan anak laki-laki usia enggan mendinnate artis tersebut. Kenyataan ini dikeluhdimodernkan melalui sebagian penggemarnya, seakan-akan generasi anak laki-laki Tionghoa menjauh, ~ menepis “kebudayaannmemiliki sendiri”. Walhasil, para aktivisme dan penggemar shu fa, terterutama di Semarang, just mereka yanew york telah berumur, memperbaiki sechara ekonomis, dan kerabat punya waktu luangi cukup.

Jika dikembangmodern lebih serius, tentu saja mencapai setiap orang upamemiliki alih insula yangi komunikatif, shu fa bisa dengan publik lebih luas. Barangkali langgam artis tersebut sanggup menenim media pemahaman multikultural yang tepat. Harapan tinggallah harapan belaka jika para penggiatnmemiliki abai diatas karya-karmemiliki mereka sendiri, memperlakukannmiliki semena-mena, dan shu fa sekadar dianggap kemudian ekspresi artian waktu senggang.

Narsisisme ataukah Glorifikasipada kuartal pertama lima ini Perkombinasi mengadini adalah “pameran Kaligrafi dan lukisan China 4 Negara” di Semarang. Eksposisi ini, antara lain, diniatmodern seperti ajang pengenalan apa itu artian kaligrafi, cat, dll China dan eksistensi Perasosiasi kedi ~ social umum. Karya-karmemiliki berorigin dari Indonesia (Semarang, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan), China, Singapura, dan Taiwan.

Sayangnya, tak ada insula secuil pun, di dalam bahasa Indonesia, yanew york menerangkan karya-karmemiliki terpajang. Chapter akun itu menguranew york kelewat mengaburkan gawangnya pameran. Jangan-jangan kegiatan menemani itu ndak diniatmodern kemudian ajanew york pertukaran budaya, melainkan cuma sebagai cermin narsonical atau glorifikasi kalangan terbatas.

Lihat lainnya: Ular Paling Berbisa No 1 Di Dunia, Ular Paling Berbisa Di Dunia, No

kala eksposisi ~ no perkara cincai. Dan shu fa sejatinmiliki artian visual kontemplatif yang mengagungkan harmoni mikro-makro kosmos.